hit tracker
Toyota Nasmoco Tegal

Jl. Martoloyo No.113-115, Mintaragen, Tegal

Menu

Masih Golput? Gak Malu sama Rustanto Gaes…

Sunday, April 21st 2019.

Sejak pagi, warga RT 05 RW 01 di Desa Tembok Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal telah mengunjungi TPS 4, di mana mereka memilih. Lokasi pemungutan suara terletak di halaman Madrasah Lor Wall Ibtidaiyah (MI). Jarak tempat pemungutan suara dari tempat tinggalnya lebih dari satu kilometer.

Untuk menyalurkan hak suara, pria berusia 46 tahun itu sendirian di jalan desa di mana kondisinya mereda selama sekitar setengah jam. Roda kursi roda adalah alat yang membantu gerakan harian Rustanto setelah mengalami kelumpuhan total pada kedua kaki sejak 2011 karena gangguan gerakan saraf di punggungnya.

Setelah mendaftar dengan petugas, Rustanto bergabung dalam barisan untuk sementara waktu dengan beberapa warga lainnya sebelum memberikan suara di ruang pemungutan suara. Dia tampaknya tidak mengalami kesulitan dalam memilih. Petugas di TPS hanya membantunya ketika dia akan memilih di kotak suara.

"Tidak ada kesulitan karena ketentuan tempat pemungutan suara mudah diakses untuk difabel seperti saya, saya dapat menyalurkan suara dengan baik. Sebagian besar hanya rumit karena kertas memiliki banyak suara dan ukuran," kata Rustanto setelah pemungutan suara.

Rustanto mengatakan bahwa ia ingin sekali memilih dalam pemilihan presiden dan legislatif tahun ini secara serentak. Dia ingin berperan dalam menentukan nasib negara dalam lima tahun ke depan dengan memilih calon presiden, legislator, dan partai politik sesuai dengan hati nurani mereka. "Sebagai warga negara, saya merasa harus memilih, karena pemilihan ini akan menentukan nasib negara dalam lima tahun ke depan, harapan saya lebih baik, termasuk perhatian terhadap penyandang cacat," katanya.

Dalam menjalankan pemilihan sebelumnya, Rustanto tidak menggunakan hak pilihnya. Akses ke tempat pemungutan suara yang tidak ramah untuk difabel adalah salah satu alasannya. "Kalau sekarang akses, jalan, dan TPS bagus," katanya.

Rusanto juga mengapresiasi KPU sebagai penyelenggara pemilu dan Bawaslu sebagai pengawas pemilu karena aktif memberikan sosialisasi kepada para pemilih untuk mereka yang tidak dapat difoto. Informasi yang diberikan oleh KPU relevan dengan tingkat pemilihan, dan bagaimana memilih yang benar. Sementara itu, sosialisasi Bawaslu melibatkan partisipasi masyarakat dalam observasi pemilu.

"Kami merasa bahwa kami lebih peduli dan difasilitasi, kami perlu sosialisasi karena difabel juga memiliki hak yang sama dalam pemilihan sebagai pemilih dengan kondisi fisik normal," katanya.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 4 Desa Tembok Lor, Deni Setiawan, mengatakan ada 271 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hingga satu jam setelah tempat pemungutan suara dibuka pukul 7 pagi, 79 pemilih menggunakan hak pilih mereka.

"Kami berusaha memberikan pelayanan yang baik kepada setiap pemilih yang datang, termasuk penyandang cacat, jika mereka butuh bantuan, ada petugas yang akan membantu, di TPS 4 ada satu penyandang cacat," katanya.

Para pemilih cacat yang terdaftar di beberapa tempat pemungutan suara lainnya juga menunjukkan semangat memberikan hak pilih mereka dalam pemilihan ini meskipun ada orang-orang yang kesulitan mendapatkan tempat pemungutan suara yang memengaruhi hak suara mereka.

"Anggota penyandang cacat yang terdaftar di DPT menggunakan hak suara tetapi beberapa mengalami kesulitan memberikan suara mereka, ini harus tetap menjadi perhatian penyelenggara pemilu," kata Dede Atmo Permoto, Kepala Slawi Mandiri (DSM) tempat orang cacat di Kabupaten Tegal.

KPU Kabupaten Tegal Nurohman mengatakan bahwa pejabat KPPS di TPS dengan pemilih yang tidak dapat dipercaya diminta untuk memfasilitasi pemilih mana yang dapat menggunakan hak pilihnya.

"Kami memfasilitasi kebutuhan logistik dan persyaratan lainnya, misalnya, ada pemilih buta, kami akan membimbing mereka sesuai dengan ketentuan, jika ada yang membutuhkan kursi roda, kami juga siap menyediakan fasilitas ini."

Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih yang cacat pada tahun 2019 di Kabupaten Tegal mencapai 1.610 orang. Terdiri dari 389 orang buta, 379 orang cacat, 336 orang tuli, 225 orang cacat dan 284 orang cacat. (jauh / zul)

Mobil Terbaru

Related Article Masih Golput? Gak Malu sama Rustanto Gaes…

Monday 1 July 2019 | berita

Petugas Kodim, tokoh masyarakat, pengendara sepeda motor, pejalan kaki dan perantara mobil datang ke Kantor Polisi Tegal Kolonel Letnan Dandim Kolonel (Inf) Richard Arnold Yeheskel…

Thursday 18 April 2019 | berita

Bupati, yang juga bersama Wakil Bupati Narjo SH MH, mulai memeriksa lokasi TPS di Distrik Brebes pada Kamis (17/4). Bupati dan rombongannya ketika mengamati TPS…

Tuesday 26 March 2019 | berita

"Meskipun ada tugas, kami sangat berharap bahwa Kang Nur masih bersedia berkontribusi sebagai penasihat dalam membangun Kota Tegal," kata Dedy Yon di depan semua tamu…