hit tracker
Toyota Nasmoco Tegal

Jl. Martoloyo No.113-115, Mintaragen, Tegal

Menu

Kualitas Air Sungai di Kota Tegal Menurun

Friday, March 29th 2019.

Informasi ini telah diangkat dalam Forum Pendiri Forum Pendiri Sungai Forum dengan tema Pengelolaan Sungai Berbasis Partisipasi Menuju Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Tegal Works and Spatial Planning (DPUPR) di DPUPR Dewan Tingkat 3, Bandar Tegal, Jalan Proklamasi, Kamis (28/3) kemarin.

Sosialisasi ini menghadirkan pembicara dari Dosen Perencanaan Vokasi Daerah dan Kota Diponegoro (Undip) Candle Budiati dan Kepala DAS Sriyana. "Pengelolaan sungai adalah masalah yang kompleks, layanan ini tidak bisa menyelesaikannya sendiri," kata Lilin.

Lilin tersebut menjelaskan ancaman dan penyebab penurunan kesehatan sungai yang meliputi perubahan iklim, pembangunan bendungan, drainase lahan basah untuk pembangunan, pemindahan fungsi daerah penahan banjir ke pertanian, pertambangan atau penggalian, spesies invasif yang bersaing dengan spesies habitat asli dan berubah.

Kemudian, penghancuran tanaman alami, kota, penggunaan lahan pertanian, asupan air untuk digunakan, operasi pembangkit listrik tenaga air, limbah kota atau limbah industri, dan pemanenan spesies sungai air. Lilin bangga dengan inisiatif Forum Peduli Sungai untuk memulihkan sungai.

"Rehabilitasi sungai dan pengelolaan sungai sangat penting, dan regenerasi dan pengelolaan sungai membutuhkan sumber daya yang besar dan pemangku kepentingan yang tepat. Forum Pemeliharaan Sungai perlu dikembangkan untuk mengembangkan kebijakan strategis dan rencana aksi," kata Lilin.

Ketua DAS Wilayah Jawa Tengah, Sriyana, mengatakan selain faktor alami dan kelemahan dalam tata kelola, sikap dan perilaku masyarakat juga dapat menyebabkan masalah aliran air. Sikap dan perilaku negatif masyarakat seperti pembuangan limbah, invasi ruang untuk sumber daya air, vandalisme, kebakaran hutan dan tanah

Saat ini, pola pengelolaan daerah resapan air meliputi perencanaan, lembaga, data dan sistem informasi, komunitas terpinggirkan , dan komunikasi. Mengurangi kualitas sungai adalah ancaman bagi ekologi dan ekosistem perairan, yang mengancam kelangsungan hidup dan kesejahteraan bersama.

"Karena itu, harus ada revolusi dalam mengelola sungai dan aliran air," kata Sriyana.

Kepala Departemen Pengairan Sektor DPUPR Tegal Daryati menyatakan, setelah sosialisasi diadakan, masalah akan diidentifikasi, terutama di Sungai Gung. Dengan berdirinya Forum Peduli Sungai, Daryati berharap untuk mengembalikan kualitas sungai. Oleh karena itu, masalah banjir di kota Tegal dapat diselesaikan. (nam / ela / zul)

Mobil Terbaru

Related Article Kualitas Air Sungai di Kota Tegal Menurun

Monday 5 August 2019 | berita

Kepala Markas Besar Laksamana Berlian PP, Senin (5/8) mengatakan, serangan mahasiswa itu diarahkan ke dua lokasi wisata di sepanjang pantai utara. Ketika anggota menjadi sasaran…

Friday 19 July 2019 | berita

Kecamatan Bulakamba adalah wilayah yang paling berhati seluas 63 ha. Sementara Tanjung Kecamtan menjadi daerah yang paling tidak berjiwa sekitar dua hektar. "Seperti halnya jumlah…

Monday 1 April 2019 | berita

Acara ini diadakan di Amangkurat Pendopo, Kabupaten Tegal, Sabtu (30/3). Hadir pula Deputi Pengembangan Perpustakaan dan Layanan Informasi Perpustakaan, Ofy Sofiana, Wakil Bupati Tegal Sabilillah…