hit tracker
Toyota Nasmoco Tegal

Jl. Martoloyo No.113-115, Mintaragen, Tegal

Menu

Eksotikanya Pesona Negeri di Atas Awan Petungkriyono

Monday, March 18th 2019.
Di Desa Curugmuncar, misalnya, dikelilingi oleh tujuh air terjun. Air Terjun Muncar, Kalibanteng, Lawe, Mati, Telogo Lembogo, Sungai Cacing dan Curug Tiga.

Dari tujuh air terjun, Curug Telogo Sapi baru, yang sedang disentuh oleh masyarakat setempat, melalui program PNPM untuk menjadi tujuan wisata. Air terjun indah lainnya adalah Air Terjun Bajing di Kampung Tlogopakis.

Curug tersembunyi di jantung hutan, pertama kali dikelola oleh penduduk setempat untuk menjadi tujuan wisata alam. Air terjun ini disebut Air Terjun Bajing, karena sering ditemukan oleh hewan liar, terutama tupai, monyet, dan landak hutan.

Dari kejauhan, keindahan air terjun Bajing bisa dirasakan. Aliran air yang jernih mengalir di antara dua bukit setinggi 700 meter.

Suara air yang jatuh menghantam bebatuan di bawah air terjun yang mengelilingi kesunyian alam di tengah hutan. Masih banyak potensi air terjun yang telah dikembangkan sebagai tujuan wisata alam di wilayah tersebut, termasuk Air Terjun Lawe, dan lainnya.

“Di atas Desa Simego ada juga air terjun yang sangat bagus, tetapi tidak berfungsi dengan baik. Akses masih sulit, tetapi bagi mereka yang menyukai tantangan, itu akan sangat menarik,” jelas Camat Petungkriyono Farid Abdul Hakim.

Pengembangan ekowisata di Petungkriyono luar biasa. Kecepatan uang di kecamatan ini mencapai Rp5 miliar. Sebagian besar infrastrukturnya bagus. Hanya di beberapa tempat masih membutuhkan perbaikan, terutama di jalur atas sebagai jalan menuju Kampung Gumelem.

“Kami berencana untuk mengembangkan BUMDes bersama, salah satunya adalah mengelola ekowisata,” katanya.

Manajemen Kelompok Pariwisata Pariwisata (Pokdarwis) Slamet Petungkriyono mengatakan, selain air terjun, Petungkriyono penuh dengan potensi wisata lainnya. Karena itu, warga Petungkriyono mengembangkan kawasan itu sebagai pusat pendidikan, alam, agro, petualangan dan sejarah pariwisata.

“Petungkriyono kaya akan flora dan fauna, meskipun ada yang langka, sehingga sangat cocok untuk pariwisata pendidikan, termasuk menonton burung dan menonton primata,” katanya.

Sementara itu, wisata petualangan lainnya termasuk menjelajahi Sungai Tinalum ke Sokokembang. Keindahan sungai ini tidak kalah dengan Grand Canyon di Amerika. Dengan melacak aliran Sungai Tinalum ke Sokokembang, pengunjung suka menembus gua kiri dan kanan yang diapit oleh pepohonan dan bebatuan hijau, seperti lukisan alam yang menakjubkan.

“Di Petungkriyono ada juga banyak situs bersejarah dan benda kuno yang ditemukan sebagai tujuan wisata sejarah. Misalnya, peninggalan Hindu dalam bentuk Linggo Yoni Nogopertolo di Tlogopakis,” katanya.

Bahkan fenomena alam dan misteri yang unik dapat ditemukan di Petungkriyono. Meskipun di pegunungan, ada mata air di desa Kayupuring yang merasakan rasa asin. Di masa lalu, penduduk setempat menggunakan air di sana dari garam.

Selain itu, di Danau Mangunan, Desa Tlogohendro, ada aliran air yang biasa disebut tok air, yang penduduknya percaya bisa menjadikannya muda dan bisa mengobati penyakit. (hadi waluyo)

Mobil Terbaru

Related Article Eksotikanya Pesona Negeri di Atas Awan Petungkriyono

Saturday 20 April 2019 | berita

Kepala Kantor Polisi Brebes melalui kepala eksekutif bantuan Iptu Suratman mengatakan bahwa pembangunan rumah Mbah Taswi telah mencapai 100%. Sekarang dapat digunakan (dihirup). "Alhamdulillah, konstruksi…

Friday 12 April 2019 | berita

"Terutama PKH dan Non-PKH. Kenapa tidak mendapat bantuan, karena dia tidak punya data dasar seperti KTP-el dan Kartu Keluarga (KK), "katanya, Jumat (12/4). Jadi, ia…

Saturday 8 June 2019 | berita

Diharapkan bahwa puncak kedatangan wistawan akan terjadi pada hari Sabtu-Minggu (8-9 / 6), karena sebagian besar karyawan dan pegawai negeri telah mulai bekerja pada hari…