hit tracker
Toyota Nasmoco Tegal

Jl. Martoloyo No.113-115, Mintaragen, Tegal

Menu

Bocah 13 tahun yang Diduga Dianiaya Ayah Kandungnya, Meninggal Dunia

Monday, March 18th 2019.

Bocah malang itu bahkan meninggal dalam ketidaknyamanan, Minggu (17/3) kemarin, setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Brebes. SA diduga menjadi korban kekerasan ayah biologisnya, yang telah bercerai dari ibunya.

"Saya diberi tahu bahwa korban meninggal dari keluarganya sekitar pukul 04.00 sore," kata Kepala Departemen (Kepala Perlindungan Anak dan Perempuan DP3KB Kabupaten Brebes Rini Pujiastuti).

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, kondisi SA sangat memprihatinkan. Tubuh gadis berusia 13 tahun itu kurus, tidak bisa diatur.

Itulah alasannya, SA segera dilarikan ke RSB Brebes. Selain lemah dan lemah, SA juga dicurigai menderita penyakit lain.

Ibu dari Sri, Sri Mulyani mengatakan dia sangat kehilangan putrinya. Dia tidak pernah menduga, akan bertemu putranya, tepat setelah dia pergi. Menurutnya, dia belum pernah bertemu, setelah beberapa bulan terakhir SA bergabung dengan ayahnya.

"Aku tidak tahu di mana dia tinggal saat dia bersama ayahnya. Minta alamatnya saja tidak bisa, "kata Sri.

Sri sendiri baru tahu keberadaan SA di rumahnya, Senin (11/3) malam. Pada saat itu ia juga langsung menuju ke rumah putranya di Pasar Batang.

Ya, ketika dia bertemu dan segera melihat kondisinya yang mengkhawatirkan, Sri memutuskan untuk membawa SA ke rumah sakit. Ironisnya, nyawa putranya tidak dapat diselamatkan, setelah dirawat selama beberapa hari.

Informasi yang ia terima, SA meninggal karena penyakit paru-paru yang dideritanya. Hanya saja, Sri menduga anaknya sudah meninggal karena dugaan korban penganiayaan ayahnya. Ketika dirawat di rumah sakit, SA telah menceritakan kisah penganiayaan. "Dia mengatakan kepada saya," Saya ditampar, dipukuli, dan ditampar ayah saya. "Ada rekaman waktu di rumah sakit," kata Sri.

Ayah biologis SA, Insan Nurullah mengakui SA hidup bersamanya tahun lalu. Dia membantah telah menganiaya putranya. Namun, dia tidak menyangkal pernah mendorong SA, hingga jatuh di atas kasur.

"Putraku belum mandi, dan mungkin saat itulah aku bosan pulang. Saya ingin mencuci muka, jangan makan. Saya terus mendorong. Itu hanya jatuh di kasur, "jelasnya.

Jika kemudian dugaan kasus penganiayaan berlanjut ke ranah hukum, Insan siap untuk pergi. "Pokoknya aku siap. Apa pun risikonya, "katanya. (jauh / zul)

Mobil Terbaru

Related Article Bocah 13 tahun yang Diduga Dianiaya Ayah Kandungnya, Meninggal Dunia

Monday 15 April 2019 | berita

Menurut Fikri, menonton film bersama keluarga adalah hal yang langka. Karena sejauh ini, sebagian besar waktu telah dikuras untuk orang Indonesia. Dan dia berkata, generasi…

Sunday 4 August 2019 | berita

Baru-baru ini wartawan palsu telah berkeliaran di Barrier. Untuk memudahkan aksinya, pelaku juga mengaku sebagai reporter di Radar Tegal. Detektif Unit Investigasi Kriminal Kanit 3…

Wednesday 26 June 2019 | berita

Secara terpisah, pengacara Umus Brebes Tobidin SH sementara di Kantor Kejari menjelaskan, berdasarkan isi surat yang dikirim oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Nurul Qomar telah…